GORONTALO — PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mengantongi pernyataan efektif OJK untuk rights issue senilai Rp 1,54 triliun, dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari gelombang ekspansi emiten, bersamaan dengan langkah MGLV memperluas pusat data dan PSSI menambah armada kapal.
Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diterima BUVA pada 5 Oktober 2026. Perseroan menetapkan rasio 4:1 dan akan menerbitkan 6,15 miliar saham baru melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II.
Dana segar yang dihimpun tidak main-main. BUVA mengalokasikan Rp 426,34 miliar sebagai penyertaan modal untuk pengembangan West Resort Uluwatu, lalu Rp 417,80 miliar untuk pelunasan dipercepat utang kepada Bank Mandiri. Sebanyak Rp 390,34 miliar disiapkan untuk pembangunan Uluwatu Estate.
Masing-masing Rp 150 miliar dialokasikan untuk renovasi Alila Ubud dan pengembangan Bintan Land. Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, kepemilikan berpotensi terdilusi maksimal 20%.
Jadwal perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 19-30 Oktober 2026. Cum-right di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan 13 Oktober 2026, dengan recording date pada 15 Oktober 2026.
PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) bergerak lewat dua anak usahanya. Nextier Askara Center (NAC) mengambil alih sekaligus menambah kapasitas data center di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, dengan tambahan 36 MW sehingga total kapasitas JababekaDC menjadi 42 MW.
Di lokasi lain, Nextier GenAi Center (NGC) mengembangkan data center di KEK Industropolis Batang. Fasilitas BatangDC dirancang dengan kapasitas hingga 60 MW.
Untuk membiayai keduanya, MGLV memberikan corporate guarantee atas fasilitas pinjaman BNI yang diterima NAC dan NGC. NAC memperoleh fasilitas hingga Rp 4,13 triliun, sedangkan NGC hingga Rp 6,63 triliun. Total fasilitas terkait kedua anak usaha mencapai Rp 10,75 triliun, tercatat sebagai transaksi material karena setara 94,14 kali ekuitas MGLV per 30 Juni 2026 yang sebesar Rp 114,23 miliar.
Melalui pengembangan tersebut, MGLV menargetkan kapasitas data center yang dikelolanya mencapai sekitar 102 MW, melonjak dari kapasitas eksisting 6 MW di Jababeka.
PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) memperkuat armadanya dengan enam kapal baru, terdiri dari dua tugboat dan empat barge. Kapal-kapal tersebut berkapasitas masing-masing lebih dari 10.000 ton dan dibangun di dua galangan kapal di Batam.
Penambahan ini merupakan bagian dari program peremajaan kapal untuk mendukung kegiatan pengangkutan dry bulk. Dengan tambahan enam unit, PSSI bersama entitas anak mengoperasikan total 47 unit armada per 30 September 2026.
Perseroan masih menyiapkan penambahan berikutnya berupa dua set tugboat dan barge serta dua barge tambahan yang ditargetkan selesai pada akhir kuartal III 2026 hingga awal kuartal IV 2026. PSSI juga mulai menjajaki segmen liquid bulk sebagai upaya memperluas sumber pendapatan di luar bisnis angkutan batu bara.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (6/10) di level 6.192,93, naik 1,21%. Penguatan ditopang saham BYAN yang melesat 9,80%, disusul AMMN naik 6,89% dan MORA menguat 7,82%.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar bergerak melemah, seperti BBCA turun 1,21%, BBRI terkoreksi 0,32%, dan BREN turun 1,02%. Dari aktivitas investor, asing mencatatkan net sell Rp 597,49 miliar di pasar reguler, dan Rp 629,87 miliar di seluruh pasar.
Seluruh 11 sektor saham di BEI berakhir menguat, dengan sektor transportasi memimpin kenaikan 3,16%. Sentimen positif juga datang dari bursa Amerika Serikat: Dow Jones naik 0,49% ke 51.521, S&P 500 bertambah 0,58% ke 7.818, dan Nasdaq menguat 0,45% ke 27.599.
BYAN menjadi salah satu kontributor terbesar pergerakan IHSG dengan pengaruh 19,67 poin. Pergerakan saham berkaitan dengan perkembangan transaksi akuisisi, termasuk peningkatan jumlah saham yang akan dialihkan menjadi 10,08 miliar saham dari sebelumnya 10 miliar saham.
Sementara itu, ETF EIDO bergerak relatif datar dengan kenaikan 0,08%, sedangkan indeks MSCI Indonesia tercatat turun 0,31%.