Pencarian

2.413 Anak di Kota Gorontalo Masih Tak Sekolah, Guru TK Dikerahkan Lakukan Pendataan

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 18:31:31 WIB
2.413 Anak di Kota Gorontalo Masih Tak Sekolah, Guru TK Dikerahkan Lakukan Pendataan
Guru TK mengikuti pertemuan IGTKI-PGRI Kota Gorontalo di Desa Botubarani.

GORONTALO — Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Kota Gorontalo menggelar pertemuan bertema "Merajut Kebersamaan, Mempererat Silaturahmi Menuju Guru yang Ceria, Inovatif dan Berkarakter" di Villa D2 Uno, Desa Botubarani. Selain mempererat silaturahmi antar-guru, forum itu menjadi ruang menyelaraskan langkah dengan Pemerintah Kota Gorontalo menekan angka anak tidak sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Husin Ali menyebut angka anak tidak sekolah di kota tersebut masih berada di kisaran 2.413 jiwa. Menurut dia, penanganan persoalan itu tidak bisa hanya dibebankan ke dinas, tetapi butuh gerakan bersama hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Mengapa Guru TK Jadi Ujung Tombak Pendataan

Husin menilai guru TK berada di posisi paling dekat dengan masyarakat dan orang tua murid. Kedekatan itu, katanya, membuat keberadaan anak yang belum bersekolah lebih mudah terdeteksi di lapangan.

"Kenapa lewat guru-guru TK? Karena guru-guru TK itu berada di garda terdepan, lebih dekat dengan masyarakat sekitar. Anak tidak sekolah itu cepat sekali kita deteksi kalau dia di lapangan," ujar Husin.

Ia meminta seluruh kepala TK dan guru TK membantu Dinas Pendidikan melakukan pendataan anak yang belum mendapat akses pendidikan. Data pemerintah, menurut dia, perlu terus dicocokkan dengan kondisi riil di lapangan agar penanganannya tepat sasaran.

"Karena data bisa saja bicara lain dan lapangan juga bisa bicara lain. Mudah-mudahan langkah-langkah ini akan membuat kita lebih cepat menurunkan angka anak tidak sekolah di Kota Gorontalo," jelasnya.

Ekonomi hingga Persoalan Keluarga Jadi Penyebab

Husin menyebut persoalan anak tidak sekolah tidak berasal dari satu faktor tunggal. Kondisi ekonomi keluarga, keinginan anak untuk segera bekerja, persoalan rumah tangga, sampai lemahnya pendataan turut menjadi penyebab yang perlu ditangani bersama.

"Kita tentu mengkhawatirkan ini masa depan negara, kalau misalnya anak tidak sekolah makin naik. Kita tahu di zaman sekarang mendorong anak untuk sekolah itu butuh kebersamaan, butuh kerja bareng," ungkap Husin.

Dinas Pendidikan mendorong seluruh satuan pendidikan ikut mengampanyekan pentingnya pendidikan kepada masyarakat, terutama kepada orang tua. Guru TK dianggap pihak yang paling efektif menyampaikan pesan itu karena kesehariannya bersinggungan langsung dengan orang tua murid.

Masih Ada Orang Tua Anggap TK Tidak Wajib

Ketua IGTKI-PGRI Kota Gorontalo Isnawati Lasimpala mengakui masih ada orang tua yang memandang pendidikan TK belum menjadi kebutuhan utama anak. Padahal, pendidikan usia dini menjadi tahapan penting sebelum anak masuk sekolah dasar.

"Kita di Taman Kanak-Kanak itu kan umumnya ada anak-anak yang orang tuanya berpikir bahwa di TK itu tidak perlu. Tetapi di Kota Gorontalo itu sudah ada yang namanya perwako yang mengatakan bahwa anak yang pindah ke sekolah dasar itu minimal satu tahun di Taman Kanak-Kanak," kata Isnawati.

Ia menjelaskan, anak usia empat hingga enam tahun dapat mengikuti pendidikan TK selama dua tahun, sementara anak yang belum masuk usia TK bisa mengikuti kelompok bermain. Sosialisasi ke orang tua terus dilakukan seluruh anggota IGTKI di Kota Gorontalo.

"Jadi 3-4 tahun kelompok bermain, 4-6 tahun itu di Taman Kanak-Kanak. Alhamdulillah sudah ada karena banyaknya sekolah yang ada di Kota Gorontalo ini," ujarnya.

Lomba Antar-Guru hingga Penguatan Karakter

Rangkaian kegiatan IGTKI-PGRI Kota Gorontalo juga diisi sejumlah lomba antar-guru TK dari berbagai kecamatan. Ajang itu dipakai untuk membangun kebersamaan sekaligus mendorong guru tidak hanya kompeten mendidik, tetapi juga ceria, inovatif, dan berkarakter.

Sinergi antara IGTKI dan Pemerintah Kota Gorontalo diharapkan mempercepat penurunan angka anak tidak sekolah. Guru TK yang selama ini berada di garda terdepan pendidikan usia dini menjadi ujung tombak pendataan di tingkat kampung dan kelurahan.

Follow www.gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks