Pencarian

IHSG Naik 0,94% ke 6.093, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.701 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 08:35:01 WIB
IHSG Naik 0,94% ke 6.093, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.701 Triliun
IHSG ditutup menguat 0,94% ke level 6.093,759 pada periode 5—9 Oktober 2026.

GORONTALO — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,94% ke level 6.093,759 pada periode 5—9 Oktober 2026, naik dari 6.036,888 pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia ikut menanjak 0,69% menjadi Rp10.701 triliun, sementara rata-rata nilai transaksi harian melonjak paling tajam, yakni 28,52% menjadi Rp16,23 triliun.

Sekretaris Perusahaan BEI Aulia Noviana Utami Putri menyampaikan, kenaikan kapitalisasi pasar menjadi Rp10.701 triliun dari Rp10.627 triliun pada pekan sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan penguatan IHSG yang berhasil bertahan di atas level 6.000 sepanjang pekan.

Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian mencatat lonjakan tertinggi di antara seluruh indikator perdagangan. Angka ini naik 28,52% menjadi Rp16,23 triliun dari Rp12,63 triliun pada pekan sebelumnya.

Nilai Transaksi Harian Jadi Motor Utama

Peningkatan nilai transaksi harian yang mencapai 28,52% menunjukkan minat investor terhadap saham-saham di BEI masih solid. Lonjakan ini terjadi di tengah pergerakan IHSG yang cenderung terbatas.

Berikut rincian data perdagangan BEI periode 5—9 Oktober 2026 dibandingkan pekan sebelumnya:

  • IHSG: 6.093,759 (+0,94%) dari 6.036,888
  • Kapitalisasi pasar: Rp10.701 triliun (+0,69%) dari Rp10.627 triliun
  • Rata-rata volume transaksi harian: 46,53 miliar saham (-7,62%) dari 50,37 miliar saham
  • Rata-rata nilai transaksi harian: Rp16,23 triliun (+28,52%) dari Rp12,63 triliun
  • Rata-rata frekuensi transaksi harian: 1,67 juta kali (-0,27%) dari 1,68 juta kali

Volume dan Frekuensi Transaksi Justru Menurun

Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian tercatat turun 7,62% menjadi 46,53 miliar saham dari 50,37 miliar saham pada pekan sebelumnya. Penurunan volume ini mengindikasikan pergeseran pola transaksi ke saham-saham berkapitalisasi besar.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami penurunan tipis 0,27% menjadi 1,67 juta kali transaksi dari 1,68 juta kali transaksi. Dengan demikian, nilai transaksi yang melonjak tidak diikuti oleh kenaikan jumlah transaksi.

"Adapun peningkatan tertinggi dialami oleh rata-rata nilai transaksi harian yaitu sebesar 28,52 persen menjadi Rp16,23 triliun dari Rp12,63 triliun pada pekan sebelumnya," tutur Aulia.

Arti Data Ini bagi Investor

Kombinasi nilai transaksi yang naik signifikan dengan volume dan frekuensi yang menurun menunjukkan investor cenderung menempatkan dana pada saham dengan harga lebih tinggi per lembar. Pola ini kerap muncul ketika arus dana asing maupun institusi masuk ke saham-saham unggulan.

Bagi pelaku pasar, kapitalisasi pasar yang terus tumbuh menjadi sinyal bahwa bursa domestik masih menjadi tujuan investasi. Namun, penurunan volume dan frekuensi perlu dicermati karena bisa mencerminkan partisipasi investor ritel yang belum sepenuhnya pulih.

Pergerakan IHSG pada pekan berikutnya akan bergantung pada sentimen global dan rilis data ekonomi domestik. Investor dapat memantau apakah lonjakan nilai transaksi harian berlanjut atau hanya bersifat sementara.

Follow www.gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks