GORONTALO — HBO Max menambahkan 21 film horor baru ke pustakanya sepanjang Oktober, dan tiga di antaranya layak masuk daftar tontonan akhir pekan Anda. Dari mahakarya psikologis The Shining hingga guilty pleasure Freddy vs. Jason, ada pilihan untuk setiap selera — termasuk yang cocok ditonton sambil menertawakan keanehannya bersama teman.
Menelusuri 21 judul baru di satu platform streaming memang melelahkan, apalagi kalau waktu tonton terbatas di akhir pekan. Alih-alih menghabiskan setengah malam hanya untuk scroll menu, tiga judul berikut sudah terbukti punya tempat istimewa di sejarah film horor — dua di antaranya dianggap standar emas, satu lagi jadi hiburan ringan yang justru seru ditonton beramai-ramai.
The Shining (1980): Standar Emas Horor Psikologis
Adaptasi Stanley Kubrick atas novel laris Stephen King ini sering disebut sebagai patokan horor psikologis. Jack Nicholson memerankan Jack Torrance, penulis gagal dan mantan pecandu alkohol yang memboyong keluarganya ke Overlook Hotel yang terisolasi — dan terang-terangan berhantu.
Istrinya (Shelley Duvall) dan putranya yang masih kecil (Danny Lloyd) jelas tidak nyaman dengan kepindahan itu. Situasi makin runyam setelah kejadian aneh mulai bermunculan, badai musim dingin mengurung mereka di hotel, dan Jack perlahan kehilangan akal sehatnya.
Alasan wajib tonton: proses kejatuhan Nicholson menuju kegilaan tetap layak disaksikan ulang, bahkan setelah puluhan kali nonton. Kombinasi shot Steadicam ikonik yang mengikuti Danny menyusuri lorong berkarpet tanpa ujung dan skor musik yang mencekam membuat The Shining mengacak-acak kepala penonton dengan cara terbaik.
A Nightmare on Elm Street (1984): Slasher yang Masih Menghantui
Kalau bicara film slasher yang masih relevan sampai sekarang, versi orisinal A Nightmare on Elm Street tidak bisa dilewatkan. Wes Craven merevolusi genre ini lewat sosok Freddy Krueger (Robert Englund), pembunuh anak yang mati dihakimi warga, lalu kembali sebagai iblis mimpi yang menargetkan remaja saat mereka tidur.
Alasan wajib tonton: terlepas dari kualitas sekuel-sekuelnya, film pertama ini punya atmosfer khas era 80-an yang selalu menyenangkan untuk ditonton ulang. Efek spesial praktisnya masih terasa mengesankan, dan ada momen langka melihat Johnny Depp muda dengan gaya crop top ikoniknya.
Freddy vs. Jason (2003): Guilty Pleasure yang Seru Ditertawakan
Setelah 10 tahun terkatung-katung dalam development hell, dua slasher terbesar era 80-an akhirnya diadu dalam crossover bertema awal 2000-an ini. Freddy Krueger kehilangan kekuatannya karena anak-anak Springwood sudah melupakannya, lalu ia membangkitkan Jason Voorhees dari Friday the 13th untuk memulai pembantaian baru.
Masalahnya, Jason kemudian mencoba mencuri perhatian — dan korban — Freddy, memicu perang terbuka yang berpindah-pindah antara dunia mimpi dan kenyataan.
Alasan jadi guilty pleasure: film ini sebenarnya buruk, dan memang tidak perlu dibuat seperti ini lagi. Tapi soundtrack heavy metal awal 2000-an, adegan berdarah berton-ton, dan one-liner cheesy-nya justru bikin tontonan ini sempurna untuk ditonton sambil dijadikan bahan tertawaan bareng teman.
Cara Memilih Sesuai Mood
- The Shining — untuk yang ingin horor psikologis serius dan mendalam
- A Nightmare on Elm Street — untuk penggemar slasher klasik era 80-an
- Freddy vs. Jason — untuk tontonan santai yang tidak perlu dianggap serius
Ketiga judul ini tersedia untuk streaming di HBO Max. Sementara itu, platform yang sama juga merilis sejumlah judul baru lain sepanjang Oktober yang bisa jadi alternatif jika ketiganya sudah pernah ditonton.