GORONTALO — Klub berjuluk Singo Edan itu memperkenalkan Raianderson Careca, Gustavo Henrique, dan Marcos Vinicius sebagai amunisi terbaru. Langkah ini mengakhiri perburuan pemain asing Arema yang tergolong cepat dibanding musim-musim sebelumnya.
Careca berposisi sebagai gelandang serang. Pemain berusia 30 tahun itu musim lalu membela Terengganu FA di Liga Super Malaysia dengan torehan delapan gol dan satu assist dari 22 penampilan.
Gustavo Henrique mengisi lini depan sebagai striker utama. Ia datang dari Ninh Binh, klub kasta tertinggi Vietnam, dengan catatan enam gol dari 23 pertandingan. Sementara Marcos Vinicius, winger 28 tahun, menjadi satu-satunya dari trio ini yang belum pernah bermain di luar Brasil—ia sebelumnya memperkuat Volta Redonda di kasta ketiga Brasil.
Manajemen Arema tidak khawatir dengan proses adaptasi ketiga pemain anyar tersebut. Sebab, seluruh jajaran pelatih dan mayoritas pemain asing klub berasal dari Brasil. Kondisi ini dinilai mempercepat penyesuaian terhadap sepak bola Indonesia.
"Bergabungnya mereka membuat proses perekrutan pemain asing Arema musim ini selesai. Kami harap, seluruh pemain yang telah bergabung bisa segera membangun chemistry dan beradaptasi dengan filosofi permainan tim," kata Yusrinal Fitriandi, General Manager Arema.
Arema FC konsisten dengan pola rekrutmen yang sudah berjalan empat musim terakhir: mendatangkan pemain asing yang belum punya nama besar di Indonesia. Nama seperti Carlos Fortes, Gustavo Almeida, dan Adilson Maringa menjadi bukti pola ini berhasil.
Manajemen menilai pendekatan ini lebih efektif dan efisien. Pemain baru biasanya tampil maksimal demi membangun karier, berbeda dengan pemain yang sudah mapan di kompetisi lokal.
"Tentu mereka sesuai kebutuhan pelatih. Kami yakin, jika melihat pengalaman beberapa musim terakhir, pemain rekrutan baru bisa tampil bagus sejak musim pertama," ujar Yusrinal.