Pencarian

Telkom Pangkas 34 Anak Usaha, Target Ramping Total Jadi Strategic Holding pada 2027

Minggu, 09 Agustus 2026 • 09:19:31 WIB
Telkom Pangkas 34 Anak Usaha, Target Ramping Total Jadi Strategic Holding pada 2027
Telkom Indonesia memangkas 34 entitas usahanya untuk menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien.

GORONTALO — Jakarta — Telkom Indonesia tengah menjalani "diet" korporasi besar-besaran. Dari sebelumnya mengelola 67 entitas yang terdiri atas 58 anak perusahaan dan 9 investasi minoritas, sebanyak 34 entitas akan dipangkas. Kebijakan ini diambil demi membangun organisasi yang lebih ramping, efisien, dan kompetitif di tengah industri telekomunikasi yang bergerak cepat.

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria mengungkapkan, transformasi ini bukan hanya soal mengubah bagan organisasi. Yang lebih krusial, perusahaan harus mampu bergerak lebih lincah dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

"Transformasi bukan soal mengubah struktur semata. Yang paling penting, perusahaan bisa bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan menciptakan nilai yang lebih besar," ujar Dony dalam keterangan resminya, Sabtu (8/8/2026).

Mengapa Telkom Perlu Ramping?

Dony, yang juga menjabat Chief Operating Officer (COO) Danantara, menjelaskan bahwa struktur yang gemuk kerap memperlambat pengambilan keputusan. Dengan penyederhanaan ini, Telkom diharapkan mampu beroperasi lebih gesit dan fokus pada lini bisnis yang menjadi prioritas.

Proses transformasi ini dibahas langsung Dony bersama jajaran direksi Telkom Indonesia. Fokus pembahasan mencakup implementasi Strategic Holding Organization, percepatan program streamlining, hingga penguatan leadership pipeline untuk memperbaiki tata kelola dan sinergi bisnis antar-entitas.

Targetnya jelas: pada 2027, Telkom akan menjadi holding strategis dengan struktur yang jauh lebih sederhana dari sekarang. Perusahaan juga didorong menjadi pemain digital nasional yang adaptif dan mampu bersaing di level global.

Gelombang Penataan BUMN Lebih Luas

Langkah Telkom ini bukan kasus terisolasi. BP BUMN bersama Danantara tengah melakukan penataan masif di seluruh lini perusahaan pelat merah. Hingga 31 Juli 2026, tercatat 274 entitas BUMN sudah berhasil ditata melalui skema merger, akuisisi, hingga likuidasi.

Target keseluruhannya jauh lebih besar. Dony menyebutkan, total akan ada 652 perusahaan yang dihilangkan dari daftar entitas BUMN. Nantinya, negara hanya akan memiliki sekitar 250 perusahaan yang dianggap sehat dan strategis.

"Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan," imbuh Dony.

Hasil Positif Mulai Terlihat

Penataan yang dilakukan ternyata mulai membuahkan hasil. Salah satu contohnya datang dari Pupuk Indonesia yang berhasil membukukan laba hingga Rp 6,1 triliun pada semester pertama tahun ini. Perubahan strategi bisnis disebut menjadi kunci perbaikan kinerja tersebut.

"Sekarang kita sudah membangun 8, memperbaiki 8 pabrik pupuk kita. Dan kita sudah mulai ekspor pupuk kita, bulan lalu ekspor perdana kita ke Australia. Jadi kita sudah menjadi eksportir pupuk sekarang," tutur Dony.

Proses pemangkasan ini juga dikawal ketat oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kementerian Hukum. Kolaborasi lintas lembaga ini diperlukan agar setiap langkah transformasi memiliki landasan hukum yang kuat dan tata kelola yang baik.

"Transformasi BUMN membutuhkan kolaborasi lintas lembaga agar setiap langkah yang dijalankan memiliki landasan hukum yang kuat dan tata kelola yang baik," pungkas Dony.

Ke depan, penyederhanaan struktur diharapkan mampu mempercepat inovasi dan memperkuat kontribusi BUMN dalam mendukung transformasi digital Indonesia secara menyeluruh.

Follow www.gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks