Pengeluaran Warga Boalemo Turun Jadi Rp1,37 Juta per Bulan pada 2025, Belanja Makan Masih Dominasi 53 Persen

Penulis: Ragil  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 19:50:31 WIB
Rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat Boalemo pada 2025 tercatat sebesar Rp1.372.151 per bulan, turun 0,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BOALEMO — Daya beli masyarakat Boalemo mengalami sedikit penurunan pada 2025. BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di kabupaten ini sebesar Rp1.372.151, turun Rp12.084 atau 0,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp1,38 juta.

Penurunan ini menjadi perhatian karena mencerminkan pergeseran pola konsumsi rumah tangga. Dari total pengeluaran tersebut, sebanyak Rp735.150 atau 53,58 persen digunakan untuk kebutuhan makanan. Sementara itu, sisanya sebesar Rp637.001 atau 46,42 persen dialokasikan untuk kebutuhan bukan makanan.

Porsi Belanja Makanan Masih Tinggi, Indikasi Daya Beli Tertekan

Proporsi belanja makanan yang lebih besar dari belanja non-makanan kerap dijadikan indikator tingkat kesejahteraan. Dalam teori ekonomi yang dikenal sebagai Hukum Engel, semakin tinggi porsi pengeluaran untuk makanan, semakin rendah tingkat kesejahteraan masyarakat secara relatif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa mayoritas pendapatan warga Boalemo masih terserap untuk memenuhi kebutuhan pokok harian. Alokasi untuk kebutuhan sekunder seperti pendidikan, kesehatan, rekreasi, atau tabungan masih lebih kecil dibandingkan belanja pangan.

Peringkat Tiga di Gorontalo, Masuk 306 Nasional

Meski mengalami penurunan, angka pengeluaran per kapita Boalemo masih menempati posisi ketiga tertinggi dari enam kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo. Secara nasional, Boalemo berada di peringkat ke-306 dari total 514 kabupaten/kota se-Indonesia berdasarkan besaran pengeluaran per kapita pada 2025.

Posisi ini memberikan gambaran bahwa daya beli masyarakat Boalemo masih berada di atas rata-rata beberapa daerah lain di Gorontalo, namun tetap memerlukan perhatian khusus agar tren penurunan tidak berlanjut.

Data BPS: Penurunan Tipis Namun Konsisten

BPS merilis data ini berdasarkan hasil pendataan Susenas yang dilakukan secara berkala. Tabel perbandingan dua tahun terakhir menunjukkan bahwa penurunan terjadi baik pada komponen pengeluaran makanan maupun bukan makanan. Meski penurunannya tipis, tren ini patut dicermati oleh pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengendalian harga dan penguatan ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Boalemo diharapkan dapat mendorong sektor-sektor produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga daya beli dapat kembali menguat di tahun-tahun mendatang. Stabilitas harga pangan dan perluasan lapangan kerja menjadi dua faktor kunci yang perlu menjadi prioritas.

Reporter: Ragil
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top