JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta pengurus masjid di seluruh Indonesia, termasuk di Gorontalo, mengubah paradigma pengelolaan tempat ibadah. Menurutnya, masjid seharusnya menjadi lokomotif pemberdayaan umat, bukan sekadar bangunan untuk ritual.
“Bukan umat yang memberdayakan masjid, tapi masjid yang memberdayakan umat,” ujar Nasaruddin dalam keterangan resminya, Senin.
Menag mencontohkan fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW yang menjadi pusat penyelesaian berbagai urusan masyarakat dan pemerintahan. Masjid Nabawi kala itu berfungsi layaknya sekretariat negara.
“Kita lihat masjidnya Rasulullah berfungsi sebagai sekretariat negara. Semua persoalan-persoalan pemerintahan diselesaikan di masjid. Jadi masjid itu adalah rumah besar untuk kemanusiaan,” kata Nasaruddin.
Ia menilai transformasi ini sudah mulai terlihat di sejumlah daerah. Banyak masjid yang kini dimanfaatkan sebagai posko pelayanan masyarakat, salah satunya saat arus mudik Lebaran.
Perluasan fungsi masjid ini menempatkan imam pada posisi yang kian strategis. Imam tidak hanya bertugas memimpin ibadah, tetapi juga menggerakkan fungsi sosial masjid agar menjadi pusat pelayanan dan penyebaran nilai perdamaian.
“Kita ingin imam Indonesia bukan hanya menjadi imam yang baik bagi jamaahnya, tetapi juga menjadi duta perdamaian Indonesia yang mampu membawa pengalaman Islam Indonesia ke panggung dunia,” tegas Nasaruddin.
Semangat penguatan peran imam ini akan diwujudkan melalui penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Konferensi ini dirancang sebagai wadah memperkuat jejaring dan bertukar pengalaman tentang pengelolaan masjid di tingkat global.
Menag menargetkan sekitar 400 imam besar dari berbagai negara akan hadir dalam acara tersebut. Sejumlah tokoh penting dunia diusahakan untuk datang, termasuk Imam Besar Masjidil Haram Sheikh Sudais dan Grand Syekh Al-Azhar.
“Dari Amerika, dari Eropa, dari Jepang, Korea, semua imam-imam besar pada negara-negara terutama negara-negara besar itu akan datang secara simbolik di Indonesia,” ujar Nasaruddin.