NTP Gorontalo Juli 2026 Turun 5,99 Persen, Harga Cabai di Tingkat Petani Melemah

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:11:02 WIB
Petani hortikultura di Gorontalo mencatat penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 5,99 persen pada Juli 2026 akibat melemahnya harga cabai.

GORONTALO — Para petani hortikultura di Gorontalo mengalami tekanan pendapatan sepanjang Juli 2026. Harga jual cabai di tingkat petani melemah hingga 7,74 persen, sementara biaya konsumsi rumah tangga hanya turun 1,86 persen. Selisih itulah yang membuat Nilai Tukar Petani (NTP) provinsi ini terkoreksi 5,99 persen secara bulanan.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo Agus Sudibyo mengatakan penurunan NTP dipicu oleh melemahnya harga cabai rawit dan cabai merah. Kondisi ini menekan pendapatan yang diterima petani dari hasil penjualan komoditas hortikultura.

Penurunan Harga Jual Lebih Dalam daripada Biaya Konsumsi

"Harga jual produk turun 7,74 persen, sedangkan harga yang dibayar petani untuk konsumsi hanya turun 1,86 persen. Karena itu NTP turun 5,99 persen," kata Agus di Gorontalo, Senin.

Artinya, meski biaya hidup petani ikut turun, penurunannya tidak sebanding dengan berkurangnya uang yang masuk dari hasil panen. Daya beli petani secara riil pun ikut melemah.

NTUP Juga Terkoreksi Lebih Dalam

BPS mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) pada periode yang sama turun lebih tajam, yakni 6,71 persen dibanding Juni. Indikator ini mengukur perbandingan indeks yang diterima petani terhadap biaya produksi dan penambahan barang modal.

Agus menjelaskan penurunan NTUP dipengaruhi faktor yang sama, yakni melemahnya harga cabai rawit dan cabai merah. Meski begitu, ia menegaskan kondisi ini tidak serta-merta membuat petani mengalami kerugian secara langsung.

Hortikultura Jadi Satu-satunya Subsektor yang Tertekan

Subsektor hortikultura menjadi penyumbang penurunan terbesar dibandingkan empat subsektor pertanian lainnya. Menariknya, subsektor lain justru masih mencatatkan peningkatan secara bulanan pada periode yang sama.

Meski terkoreksi, posisi NTP Gorontalo di angka 123,19 masih berada di atas ambang 100. Angka tersebut mengindikasikan petani secara umum masih memperoleh surplus dari kegiatan usahanya.

Posisi Gorontalo di Sulawesi dan Tantangan Pemerintah

Capaian ini menempatkan Gorontalo sebagai provinsi dengan NTP tertinggi ketiga di Pulau Sulawesi. Namun, fluktuasi harga cabai yang tajam tetap menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Menurut Agus, tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini adalah menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen agar pendapatan petani tetap terpelihara, sekaligus menjaga inflasi di tingkat konsumen agar tetap terkendali.

Langkah intervensi pasar atau penyesuaian kebijakan distribusi komoditas menjadi krusial untuk mencegah penurunan NTP berlanjut pada bulan-bulan berikutnya, terutama saat musim panen raya tiba.

Reporter: Sutomo
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top