JAKARTA — Perkembangan teknologi keselamatan otomotif memasuki babak baru. Produsen dashcam BlackVue memperkenalkan fitur AI Copilot pada perangkat terbarunya, Elite 10-2CH, dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Fitur ini terintegrasi dengan aplikasi BlackVue Fleet, yang tidak hanya merekam perjalanan tetapi juga mengolah data berkendara menjadi analisis yang mudah dipahami. Pengemudi dapat mengajukan pertanyaan spesifik, seperti penyebab penurunan skor keselamatan atau cara meningkatkan kualitas mengemudi, dan AI akan memberikan penjelasan berdasarkan riwayat penggunaan kendaraan.
Direktur Pemasaran BlackVue Indonesia, Rudy, menegaskan pergeseran fungsi perangkat ini dalam keterangan resminya, Kamis.
"Kini pengguna tidak hanya dapat merekam perjalanan, tetapi juga memahami perilaku mengemudi mereka melalui analisis yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan keselamatan di jalan," kata Rudy.
Analisis yang dihasilkan mencakup pola akselerasi, pengereman, kecepatan, hingga durasi perjalanan. Data ini tidak hanya berguna bagi pengemudi pribadi, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan perusahaan pengelola armada untuk meningkatkan efisiensi operasional dan aspek keselamatan.
Selain kemampuan analisis, perangkat terbaru ini juga dilengkapi peningkatan fitur keselamatan. Sistem mampu mendeteksi pengereman mendadak, benturan, akselerasi ekstrem, hingga kendaraan yang melaju melebihi batas kecepatan.
Rekaman sebelum dan sesudah kejadian akan otomatis tersimpan, memastikan peristiwa penting tetap terdokumentasi sebagai bukti. Konektivitas berbasis cloud juga memungkinkan pemantauan kendaraan secara jarak jauh, notifikasi waktu nyata, pencadangan rekaman otomatis, hingga pelacakan lokasi kendaraan.
Kehadiran AI pada dashcam menjadi indikasi bahwa teknologi keselamatan otomotif tidak lagi berfokus pada perekaman visual semata, melainkan mengedepankan analisis data untuk membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman.