GORONTALO — Ibu, kekebalan tubuh anak tidak berhenti di usia balita saja. Lewat program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026, pemerintah memastikan anak usia sekolah tetap mendapat perlindungan optimal dari berbagai penyakit berbahaya. Program tahunan ini adalah bagian dari Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) yang bertujuan menjaga kesehatan peserta didik agar prestasi belajarnya meningkat.
Kabar baiknya, tahun ini ada tambahan baru dalam program imunisasi sekolah. Kementerian Kesehatan RI resmi memulai uji coba pemberian vaksin HPV untuk anak laki-laki di tiga provinsi. Buat ibu yang anaknya duduk di bangku sekolah dasar, yuk simak informasi lengkapnya di bawah ini.
Setiap jenjang kelas mendapatkan jenis vaksin yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan usianya. Berikut rincian lengkapnya:
Mulai pelaksanaan BIAS 2026 di bulan Agustus, Kemenkes memperkenalkan vaksin HPV bagi anak laki-laki berusia 11 tahun. Program ini masih tahap awal dan dilaksanakan bertahap di tiga provinsi: DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.
"Jadi memang kita mulai dulu di tahun ini untuk tiga provinsi, yang tadi kami sudah sampaikan, nanti di tahun depan akan ada tiga provinsi lagi tambahan, tahun 2028 akan ada tambah satu provinsi, sebelum rencana kita akan nationwide," tutur Direktur Imunisasi Kemenkes RI, dr. Indri Yogyaswari, MARS.
Bagi ibu yang tinggal di luar tiga provinsi tersebut, belum perlu khawatir. Pemberian vaksin HPV untuk anak laki-laki akan diperluas secara bertahap hingga seluruh Indonesia.
Layanan imunisasi dijadwalkan langsung di satuan pendidikan masing-masing, seperti SD, MI, SMP/MTs, hingga pesantren. Jadi ibu tidak perlu repot mengantar anak ke luar sekolah.
Untuk anak yang tidak bersekolah, imunisasi tetap bisa diakses di Puskesmas, Posyandu, rumah singgah anak jalanan, panti asuhan, sekolah non-formal, Balai Pemasyarakatan, serta fasilitas kesehatan lainnya.
Jika anak berhalangan hadir saat jadwal imunisasi di sekolah, ibu tetap bisa membawa anak ke Puskesmas terdekat agar tidak melewatkan hak imunisasinya. Pastikan buku rapor kesehatan atau kartu imunisasi anak dibawa ya, Bu.
Imunisasi lanjutan ini penting untuk membentuk kekebalan kelompok yang kuat di lingkungan sekolah. Dengan begitu, anak-anak terlindungi dari penyakit yang bisa mengganggu tumbuh kembang dan proses belajarnya.