Tiga Jam Tangan Bernuansa Mobil Jepang: RX-7, Prelude, dan Motocompo dengan Harga di Bawah Rp 8 Juta

Penulis: Ragil  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 09:22:31 WIB
Seiko meluncurkan jam tangan edisi khusus yang terinspirasi dari Mazda RX-7, Honda Prelude, dan Honda Motocompo.

GORONTALO — Koleksi jam tangan bertema otomotif memang punya daya tarik tersendiri. Tapi seringkali, harga yang diminta membuat kantong menjerit. Untungnya, pabrikan Jepang punya cara pandang berbeda. Mereka menghadirkan produk yang tetap terasa spesial di pergelangan tangan tanpa harus mengorbankan tabungan.

Tiga jam tangan terbaru ini membuktikan bahwa obsesi pada dunia otomotif bisa diekspresikan dengan cara yang lebih masuk akal. Masing-masing punya cerita dan detail yang mengakar kuat pada kendaraan yang menginspirasinya.

Seiko x Initial D: Penghormatan untuk Mazda RX-7

Para penggemar anime Initial D pasti langsung mengenali referensi ini. Seiko mengambil inspirasi dari Mazda RX-7 generasi ketiga (FD3S) yang dikendarai Keisuke Takahashi dalam serial tersebut. Mobil kuning cerah dengan handling tajam itu kini hadir sebagai dial jam tangan kronograf.

Detailnya tidak main-main. Subdial pada jam tangan ini sengaja diwarnai senada dengan panel instrumen RX-7 asli. Bagi yang pernah duduk di balik kemudi mobil ini, detail kecil seperti itu akan langsung terasa akrab. Seiko hanya akan memproduksi 1.995 unit, sebuah angka yang merujuk pada tahun terbit perdana manga Initial D.

Jam tangan ini dijadwalkan rilis Januari tahun depan dengan banderol USD 420—sekitar Rp 6,7 juta. Dengan jumlah produksi yang terbatas, calon pembeli harus bersiap bergerak cepat.

Citizen x Honda: Kembalinya Jam Tangan Prelude Era 80-an

Honda memang baru saja menghidupkan kembali nama Prelude sebagai mobil konsep. Namun Citizen mengambil jalan berbeda: mereka memilih merayakan warisan Prelude klasik dengan mendesain ulang jam tangan kolaborasi mereka dari era 1980-an.

Citizen x Honda Ana-Digi Temp ini membawa semua ciri khas jam tangan era itu. Ada pembacaan suhu digital yang sensornya sengaja dibuat menyerupai grille Prelude terbaru. Dua subdial kecil di bagian bawah memang lebih untuk gaya daripada fungsi praktis, tapi keseluruhan desainnya memancarkan nuansa synthwave yang menyenangkan.

Jam tangan ini sudah dirilis di Jepang dengan harga sekitar USD 290 atau Rp 4,6 juta. Karena belum ada distribusi resmi di Indonesia, kamu perlu memantau para reseller di platform seperti eBay untuk mendapatkan harga yang wajar.

Seiko 5 Motocompo: Skuter Lipat di Pergelangan Tangan

Masih dari Seiko, ada edisi khusus yang terinspirasi dari Honda Motocompo—skuter lipat yang dirancang untuk disimpan di bagasi Honda City. Meski kurang sukses secara komersial di zamannya, Motocompo kini punya basis penggemar yang fanatik.

Jam tangan ini menggunakan basis Seiko 5 yang ringkas. Dial kuning cerah dihiasi detail dan tipografi khas Motocompo, dengan siluet skuter terpampang di bagian belakang jam. Kemasannya pun dirancang menyerupai peti kayu pengiriman asli Motocompo—sentuhan yang akan membuat para kolektor tersenyum.

Jam tangan ini akan mulai dijual bulan depan dengan harga sekitar USD 460 atau Rp 7,4 juta.

Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli

Tiga jam tangan ini jelas bukan barang produksi massal. Namun ada beberapa catatan yang perlu dipikirkan sebelum memutuskan membeli:

- Ketersediaan terbatas: Edisi khusus seperti ini biasanya langsung habis di pasar Jepang. Kamu mungkin harus membayar lebih mahal melalui reseller. - Fungsi terbatas: Jam tangan Citizen dengan pembacaan suhu digital mungkin menarik, tapi subdial-nya kurang praktis untuk penggunaan sehari-hari dibandingkan jam tangan analog biasa. - Nilai jual kembali: Belum ada data pasti soal apresiasi harga di pasar sekunder. Hitung sebagai barang koleksi, bukan investasi.

Untuk penggemar mobil Jepang klasik, ketiga jam tangan ini menawarkan cara yang lebih personal untuk terhubung dengan kendaraan impian—tanpa harus pusing dengan biaya perawatan turbo atau mencari suku cadang langka.

Reporter: Ragil
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top