GORONTALO — Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo pada periode April hingga Juni 2026 menembus angka 6,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini sekaligus menempatkan Gorontalo di posisi puncak pertumbuhan ekonomi antarsesama provinsi di Pulau Sulawesi.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, memaparkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) pada Triwulan II 2026 mencapai Rp9,136 triliun. Nilai ini meningkat dari Rp8,602 triliun pada Triwulan II 2025.
"(PDRB) mengalami kenaikan 6,20 persen secara tahunan," kata Agus dalam rilis Berita Resmi Statistik di Gorontalo, Rabu (5/8/2026).
Lonjakan Tambang dan Industri Pengolahan Jadi Mesin Utama
Pertumbuhan ekonomi kali ini tidak ditopang oleh sektor-sektor tradisional. Sektor pertambangan dan penggalian menjadi motor penggerak utama dengan pertumbuhan fantastis sebesar 59,96 persen secara tahunan. Sektor industri pengolahan juga menunjukkan akselerasi dengan mencatatkan pertumbuhan 33,34 persen.
Performa sektor perdagangan serta penyediaan akomodasi dan makan minum juga ikut berkontribusi, masing-masing tumbuh 10,81 persen pada periode yang sama.
Pertanian Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Warga
Meski pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor tambang, struktur perekonomian Gorontalo masih didominasi oleh sektor pertanian. Lapangan usaha ini memberikan kontribusi sebesar 34,74 persen terhadap total PDRB. Disusul sektor perdagangan dengan andil 15,12 persen dan konstruksi sebesar 10,83 persen.
"Lebih dari 30 persen perekonomian di Gorontalo itu ditopang oleh lapangan usaha pertanian," ujar Agus.
Konsumsi Rumah Tangga Mendominasi, Ekspor Ikut Tumbuh
Dari sisi pengeluaran, roda ekonomi Gorontalo masih berputar dari belanja masyarakat. Konsumsi rumah tangga menyumbang 61,18 persen terhadap struktur PDRB, menjadikannya komponen terbesar penggerak ekonomi daerah.
Komponen ekspor memberikan kontribusi sebesar 36,03 persen, sementara pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi fisik mencapai 26,91 persen. Ketiga komponen tersebut pada Triwulan II 2026 sama-sama mencatatkan pertumbuhan positif.
"Kontributor utama penggerak perekonomian Provinsi Gorontalo adalah pengeluaran rumah tangga. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena memberikan kontribusi lebih dari separuh terhadap struktur PDRB," tutur Agus Sudibyo.