Pencarian

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Punya Layar 8 Inci, tapi Menonton Film di Mode Mana yang Paling Optimal?

Senin, 10 Agustus 2026 • 01:25:31 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Punya Layar 8 Inci, tapi Menonton Film di Mode Mana yang Paling Optimal?
Layar sampul Galaxy Z Fold 8 Ultra menampilkan film layar lebar secara penuh tanpa area hitam.

GORONTALO — Masalah utama layar lipat besar seperti milik Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra bukanlah ukurannya, melainkan bentuknya yang tidak standar. Saat memutar film atau acara TV, pengguna kerap disuguhi area hitam kosong yang cukup luas di sekitar video. Kondisi ini makin mengganggu di ruangan terang karena lipatan layar dan pantulan wajah justru lebih terlihat jelas.

Pengujian yang dilakukan terhadap Galaxy Z Fold 8 Ultra membandingkan tiga mode menonton: layar sampul 6,5 inci, layar utama 8 inci dalam posisi portrait, serta layar utama dalam posisi landscape. Sebagai pembanding, digunakan iPhone 17 Pro Max. Metode pengukurannya dilakukan dengan memutar berbagai konten dan menghitung luas area yang benar-benar dipakai video dibanding total luas layar.

Layar Sampul Paling Cocok untuk Film Bioskop

Hasil pengukuran menunjukkan layar sampul Galaxy Z Fold 8 Ultra punya keunggulan unik untuk film layar lebar. Film seperti Avengers: Endgame versi standar dan serial X-Men-97 mampu memenuhi 100% area layar sampul. Angka ini jauh lebih baik dibanding iPhone 17 Pro Max yang hanya mencapai 77,95% untuk konten serupa.

Namun, ada anomali menarik. Film X-Men (2000) yang dibeli melalui YouTube hanya memakai 53,19% layar sampul, padahal film yang sama di Disney+ tampil penuh. Indikasi kuat masalah ini berasal dari aplikasi YouTube yang memaksakan black bar, bukan dari kemampuan layar perangkat.

Untuk konten vertikal seperti TikTok, layar sampul hanya mampu memanfaatkan 76,94% area. Proporsi layar yang terlalu sempit membuat video vertikal tidak bisa memanjang penuh.

Mode Portrait di Layar Utama: Boros Ruang

Membuka layar utama 8 inci dalam posisi portrait justru menjadi mode paling boros. Film X-Men dari YouTube hanya memakai 37,04% layar, sementara Avengers: Endgame versi standar memakai 37,71%. Artinya, hampir dua pertiga layar dibiarkan kosong.

Konten rasio 4:3 seperti serial Scrubs musim awal menjadi satu-satunya yang diuntungkan, memakai 67,51% layar. Video TikTok juga tidak lebih baik dengan hanya 55,63% pemanfaatan layar. Posisi ini jelas tidak direkomendasikan untuk menonton video apa pun kecuali konten lawas.

Mode Landscape di Layar Utama: Paling Efisien

Memutar layar utama ke posisi landscape memberikan hasil terbaik secara keseluruhan. Keuntungan tambahan, lipatan layar di tengah otomatis tertutup oleh video sehingga tidak terlihat. Serial Scrubs kembali menjadi juara dengan memakai 83,74% layar, naik 16% dibanding mode portrait.

Film The Emperor's New Groove memakai 58,33% layar, sementara Avengers: Endgame versi IMAX mencapai 58,88%. Film dengan rasio ultra-wide seperti X-Men tetap menjadi yang terburuk dengan 46,36% karena black bar di bagian atas dan bawah sangat tebal. Satu-satunya yang menurun drastis adalah TikTok, yang hanya memakai 44,53% layar karena video vertikal tertekan di tengah.

Kesimpulan: Tentukan Prioritas Menonton

Untuk pengguna yang sering menonton film Hollywood atau serial drama, layar sampul Galaxy Z Fold 8 Ultra justru memberikan pengalaman paling optimal. Sementara layar utama dalam mode landscape adalah pilihan terbaik untuk konsumsi video secara umum, terutama konten 16:9 dan 4:3.

Pengguna yang rutin membuka TikTok sebaiknya tidak berharap banyak dari layar lipat 8 inci. Ponsel biasa dengan layar 20:9 seperti iPhone 17 Pro Max masih jauh lebih unggul untuk video vertikal. Bagi yang terobsesi dengan pengalaman fullscreen tanpa black bar, tablet dengan rasio 16:10 tetap menjadi pilihan paling masuk akal dibanding foldable mana pun.

Follow www.gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks